• 16-18 October 2019
  • JI-Expo, Kemayoran

Startup Logistik Lokal Manfaatkan Digitalisasi untuk Perkuat Bisnis

Ilustrasi truk logistik pengiriman barang.

VIVA – Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, membuat pergerakan bisnis global mulai bergerak ke wilayah ASEAN.

Pergerakan ini seiring meningkatnya bisnis e-commerce di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, sehingga memunculkan kebutuhan untuk era baru digitalisasi logistik.

Co-founder dan Chief Technology Officer Ritase, David Samuel, melihat teknologi platform logistik sangat penting dalam meningkatkan perekonomian.

Menurutnya, China, AS dan India, adalah negara-negara yang merasakan dampak positif dari teknologi platform logistik ini.

Sementara digitalisasi industri truk di Indonesia mulai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ritase adalah startup yang berdiri sebagai platform digital yang menghubungkan pengirim barang (shipper) dengan pengangkut barang (transporter) secara real time.

Salah faktor tingginya harga logistik di Indonesia adalah masih lemahnya utilisasi truk. Sebagai perbandingan rate untuk utilisasi truk di Eropa adalah 200 ribu kilometer per tahun. Thailand adalah 150 ribu km per tahun, dan Indonesia adalah 50 ribu km per tahun.

Untuk memperkuat ekspansi usaha, salah satu unit bisnisnya, Ritase Shop (Ritshop), berkolaborasi dengan Prima Jaya Motor (PJM) meluncurkan showroom truck second terbesar di Jabodetabek dengan luas lahan sebesar 5.000 meter persegi.

"Kami menyambut baik kerja sama ini karena komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama para transporter. Kami juga membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan para transporter. Harapannya semoga kita bisa bersama-sama mengembangkan bisnis truk dan logistik di Indonesia," kata dia, Minggu, 27 Oktober 2019.

David juga mengaku ingin menangkap peluang yang muncul di era teknologi dengan membangun showroom truck second melalui sistem offline-to-online dalam platform shop.ritase.com.

"Nantinya, truk-truk yang ada di sini akan kami lelang dan pasarkan secara online melalui platform tersebut," jelasnya.

Sebagai informasi, kehadiran Ritshop merupakan wujud nyata dari platform Ritase untuk membantu para transporter tumbuh dan berkembang. Salah satunya melalui kemudahan pembelian unit truk baru, second/bekas, dan spare parts.

Startup lokal yang sudah meraih pendanaan Seri A sebesar US$8,5 juta (Rp117,2 miliar) ini telah mampu mencakup area trucking di Indonesia dan sekarang memiliki 7.500 armada truk dari 500 perusahaan truk yang melayani beberapa perusahaan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) terbesar di Indonesia.

Head of RitShop, James Hanjaya, mengungkapkan RitShop mencatat pertumbuhan positif sejak didirikan pada Mei 2019, di mana nilai bisnisnya mencapai 500 persen setiap bulan.

"Pencapaian ini karena kami melakukan berbagai strategi kolaborasi. Salah satunya pembangunan diler offline-to-online seperti dengan PJM," ungkapnya.

Source : https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1185409-erick-thohir-dapat-2-wamen-bagaimana-pembagian-tugasnya?medium=autonext